Sebuah surat cinta terakhir yang kau tulis untukku sebelum kepergianmu ada di genggamanku.
Teruntuk istriku yang cantik,
Aku hanya ingin kamu tetap tersenyum saat membaca surat ini. Karena kamu adalah bidadari hatiku. Aku tidak pernah ingin melihat tangisan dari wajah indahmu. Kamu tahu aku pun tidak ingin meninggalkan dirimu sendiri. Namun Tuhan berkehendak lain, aku harus pergi.
Maafkan aku jika selama ini aku belum menjadi sosok yang tidak sempurna untukmu, karena memang tidak ada yang sempurna di dunia ini, namun aku hanya berusaha menjadi yang terbaik.
Mungkin terlalu bodoh untuk menyembunyikan rasa sakit selama ini darimu. Aku tidak ingin melihatmu bersedih dan mengeluarkan air mata, sebab kamu adalah segalanya untukku.
Maafkan aku jika masih ada rencana yang belum dapat diwujudkan bersama, Aku yakin kamu dapat mewujudkan rencana tersebut. Kamu adalah sosok wanita yang kuat dan tegar yang pernah menemani hari-hariku.
Maafkan aku jika ini menjadi sebuah kejutan terburuk dalam hidupmu, Menjelang ulang tahun pernikahan kita, aku harus pergi meninggalkanmu sendiri. Aku hanya ingin kamu tetap tersenyum mengiringi kepergianku.
Biarkan cinta ini akan tetap ada untukmu. Jangan menyesali perpisahan ini, kamu harus tetap melangkah meraih masa depanmu walau tanpa aku.
With Love,
Your lovely husband
Tidak ada komentar:
Posting Komentar