Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Dan aku
menyadari akan hal itu. Sebagai manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan
daripada kelebihannya. Dilihat dari sisi manapun tidak ada yang sempurna. ‘ Tuhan pasti sudah
menciptakan seseorang untuk melengkapi dan menyempurnakan hidup kita, bukan ?’
Untuk urusan ‘seseorang’ tersebut kehidupanku
termaksud kelam dan tidak berwarna.
Belum pernah mendapatkan orang yang benar-benar dicintai dan mencintai dengan
sepenuh hati dan dapat melengkapi dan menyempurnakan dikehidupan nantinya. Tuhan sedang merencanakan
sesuatu yang lebih baik dan indah, dan aku percaya itu. Saat ini hanya berpegang
teguh pada kalimat tersebut dan menjalani kehidupan sesuai dengan alur yang
sudah ditentukan.
Aku sudah terlanjur jatuh terlalu jauh di hati
‘seseorang’ itu. Tetapi itulah yang aku rasakan saat ini. Rasa cinta yang
begitu meluap. Awalnya, aku hanya mulai mendekatinya dengan maksud pdkt (pendekatan) terlebih dahulu. Kelamaan aku dan dia masuk ke
dalam 'friend zone'. Rasa nyaman itu
sudah berubah dan dia hanya menganggap aku sebagai seorang kakak.
Aku tidak ingin merusak suatu hubungan persahabatan yang sudah
terjalin dengan sebuah pernyataan
perasaan yang sesungguhnya. Tetapi
temen-temen selalu mendukung untuk menyatakan perasaan itu. Akhirnya aku pun memutuskan
untuk menyatakan perasaan ini. Di suatu malam, aku sudah siap untuk menyatakan perasaan ini di
hadapan mereka. Dan inget, hanya sebuah pernyataan bukan nembak, yang seperti kebanyakan anak muda
katakan akhir-akhir ini. Hanya ingin dia
tahu bagaimana perasaan ini. Kalaupun dia merespon positif cinta ini , sebuah hadiah terindah.
Sesuai apa yang sudah diduga sebelumnya. Dia tidak memiliki
perasaan yang sama dan hanya mengganggap
sebagai kakak tidak lebih dari itu. Menerima dengan hati yang lapang, tidak
ingin memaksakan sesuatu, ‘ bukankah memaksakan sesuatu dengan kehendak
kita kedepannya tidak akan menjadi baik ?’ Ratu malam semakin memperlihatkan cahayanya, sebuah
cahaya yang indah dan harusnya malam
ini juga menjadi indah untuk kami.
Setelah semua beres dan selesai, kami segera pulang ke rumah masing-masing. Dia
‘seseorang’ diantar oleh temanku.
'Mungkin sebuah
perasaan akan berubah seiring
berjalannya waktu'. Aku sangat percaya dengan kalimat tersebut. Sangat
menyakini bahwa perasaan seseorang itu dapat berubah cepat atau lambat. Entah menjadi cinta atau benci ?. Pada awalnya hubungan kami masih baik-baik
saja. Tetapi kelamaan dengan berjalannya waktu dia mulai berubah dan menjauh. ‘ Aku hanya takut ini adalah perasaan
sepihak dan berharap yang terbaik. ‘
Intesitas komunikasi kami hanya sebatas mengirimkan pesan
singkat atau saling sapa di jejaring sosial pun mulai berkurang drastis.
Sepertinya kami mulai lost contact ( kehilangan komunikasi ). Hal ini
terjadi setelah
aku mempunyai 'feeling' bahwa dia sedang suka dengan orang lain. Mungkin ini sudah jalan yang digariskan.
Dengan berat hati menerima semua ini. Tidak dapat memungkiri bahwa hati ini
sangat sakit. Hampir setiap malam memikirkannya. Tetapi hampir setiap malam
juga dia memikiran orang lain. Kami tidak pernah bertemu di satu titik yang
sama.
Aku yang hanya dapat bertahan dengan rasa sakit ini. Rasa sakit
yang tidak sebesar dengan rasa cinta ini. Semakin aku
bertahan, hati ini semakin sakit. Begitu pula rasa cinta ini, semakin lama semakin cinta, tidak
berkurang sedikitpun. Mengabaikan sebuah rasa sakit ini dibanding harus melihat
dia tersenyum . Seolah semuanya terbayar dengan senyuman manis yang dia tujukan
walau itu bukan untukku. Setidaknya,
melihat senyuman orang yang kita cinta dapat membuat kita lebih bersemangat.
Walaupun teori ini belum ada kebenarannya. Aku hanya yakin bahwa senyumannya
dapat mewarnai hari-hariku.
Belum tahu
sampai kapan akan bertahan? Hanya ingin
dia selalu tersenyum walau itu bukan
untuk dan karena aku. Beruntungnya, aku masih mempunyai banyak temen yang dapat
menghibur kedukaan ini. Setidaknya dari sebuah bibir ini masih mampu tersenyum
walau tidak akan seindah saat-saat bersama. Cinta itu akan menjadi indah jika
kamu membuatnya selalu indah. Dan sebaliknya, cinta itu akan terasa sakit jika
kamu membuatnya terasa sakit. Jadi, hiduplah dengan selalu melihat sisi indahnya. Karena hidup ini akan
menjadi indah jika kamu percaya akan hal itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar