Saat cinta tidak lagi dapat diungkapkan dengan
banyak kata, hanya dengan sebuah sikap yang tulus, apakah kamu akan berpaling untuk
menerima diri ini apa adanya. Sampai detik ini belum dapat move on dari
seseorang dengan sifat misterius, yang terkadang terlalu cuek dengan wanita.
Kalau kebanyakan orang belum dapat move on dari mantan pacar atau gebetannya,
lain dengan aku yang masih belum bisa move dari orang yang belum berstatus
apa-apa.
Tahun ini adalah tahun kedua dimana aku belum
dapat move on dari Afif. Kalau kata banyak orang sih ‘ bagai punuk yang merindukan bulan.’ Mengharapkan sesuatu yang
tidak dapat kita raih. Masih dengan perasaan yang sama, rasa ini mungkin akan
terus dihati sampai ada seseorang yang dapat menggantikannya. Biarkanlah cinta
dan sayang ini dirasakan dalam hati saja. Semoga dengan seiringnya waktu akan
ada rasa yang sama darinya.
Profesi Afif yang sebagai anak band, digemari
banyak wanita. Membuat tertantang untuk mendapatkannya. Orang aneh saja yang masih
mengharapkan cinta dari seseorang yang tidak perduli. Pernah suatu ketika dia
berulang tahun yang ke dua puluh empat. Sebuah kertas berwarna putih berisikan
ucapan dan ungkapan perasaan yang tidak sempat diberikan. Kertas tersebut tersimpan
rapih dengan penyesalan, ‘Mengapa tidak
diberikan saja, mungkin setelah itu dia dapat mengerti tentang sebuah perasaan
yang terdalam.’
Mengisi kekosongan hati ini. Mencoba untuk move
dengan menjalin hubungan bersama orang lain. Ada pria bernama Andro yang
berprofesi sebagai seorang editor. Dia memberikan sebuah jurnal biru dengan
empat puisi tentang senja sebagai hadiah ulang tahun. Ada dua kalimat yang
tertulis di sana “ I know that I can’t
give what you want but I know I can give what you need. Semoga dengan jurnal
biru ini akan lahir banyak mahakarya dari sang bidadari.” Setelah dua
minggu akhirnya dia memutuskan hubungan dengan alasan yang tidak jelas. Cinta itu bukan sebuah makanan yang hanya
dapat dicicipi saja, jika tidak enak kita bisa tidak menghabiskannya. Namun
cinta harus dijalani dengan kesungguhan hati.
Sebulan setelah putus dari Andro, aku bertemu
dengan seorang pria bernama Arya. Sebenarnya kami sudah saling mengenal karena teman saat SMA. Sosoknya yang tinggi, kulit putih,
mata besar, dan masih dengan logat betawinya. Kami saling
berkomunikasi sampai akhirnya memutuskan untuk bertemu. Dia bekerja
di sebuah perusahaan foto. Beberapa kali kami hangout bersama, tiba di suatu
malam dia menyatakan perasaannya. Sebuah jam berwarna merah sudah disiapkan
untukku. Hati yang sedang kosong menerima saja cinta yang datang, menginjak
bulan kedua bersama, disuatu malam melihat Arya sedang berjalan menggandeng
mesra seorang perempuan di pusat perbelanjaan. Dan keesokan hari dia mengakhiri
hubungan ini. Tidak menjamin sebuah persamaan menjadikan hubungan yang
langgeng, tidak jarang perbedaan membuat segalanya lebih indah. Cinta itu tidak
dapat dipaksakan, semua akan menjadi lebih indah jika keduanya sejalan dalam
menjalin sebuah hubungan.
Masih ada beberapa benda dari mantan dan
gebetan seperti boneka, jaket bola, flashdisk yang tersimpan rapih serta
menjadi kenangan. Cinta, hanya ada satu kata namun memiliki banyak arti dan
rasa didalamnya. Cinta itu akan tetap indah dari awal hingga akhir jika
keduanya saling perduli, menghargai perbedaan dan menjalankannya bukan karena
hanya keisengan saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar